Membeli domain misalnya di Godaddy dengan status buy atau bid mungkin bukan hal asing lagi bagi kita yang terbiasa melakukan order untuk bisnis online, terutama domain-domain yang masih memiliki Page Rank (PR).
Namun ada satu lagi sistem pembelian domain yang pernah saya temui, yaitu backorder domain. Seperti ketika klik buy, saya di bawa kesebuah menu khusus, untuk mendapatkan domain tersebut saya bisa membayar $18-an melalui backorder.
Lalu apakah backorder domain itu? Apakah ini alternatif cara mudah mendapatkan domain ber PR, tanpa bid? Dan kenapa domain tersebut bisa ber-status back-order?
Pada kasus ini, domain demikian adalah domain yang masih ‘hidup’. Hidup dalam arti bahwa domain tersebut masih aktif dan ter-register oleh pemiliknya. Jika anda melakukan pembayaran pada domain ini, maka untuk mendapatkannya, Anda harus menunggu sampai domain itu expire masa register-nya dan tidak diperpanjang oleh pemiliknya.
Contoh status domain backorder

Pihak penyelenggara, semisal Godaddy hanyalah perantara yang akan mengurus masalah ini dan menghubungi pihak pemilik domain tersebut ketika domain itu mendekati masa expire untuk menanyakan kepada pemilik apakah domain itu bersedia di lepas atau akan di perpanjang.
Jika dilepas barulah domain itu akan menjadi milik Anda begitu expire. Tapi jika di perpanjang? Maka Anda harus siap-siap kecewa.
Sedangkan biaya yang sudah terlanjur kita bayar kabarnya akan di kembalikan jika sampai masa expire, domain tersebut di perpanjang oleh pemiliknya. Lha kalau pas bayar, domainnya ter-register 5 tahun, maka harus menunggu 5 tahun, $18-an Anda baru dikembalikan.
Nah, daripada dollar Anda mati menunggu untuk memiliki domain secara backorder, mungkin lebih baik berburu secara buy dan bid.
[inspirasiblog.com]
Tags : Backorder Domain Pengertian , Pengertian Backorder Domain , Apa maksud Backorder Domain , Apa maksud dari Backorder Domain , Penjelasan Backorder Domain , Apakah Backorder Domain itu?

