Sashimi, ditulis 刺身. Sashi (刺) artinya tusuk, potong, dan 身artinya daging. Ini adalah makanan Jepang, berupa daging yang dipotong-potong dan dimakan begitu saja, tidak dimasak. Biasanya untuk kata “potong” digunakan kata kiri (切), tapi pada kata sashimi digunakan kata sashi yang artinya tusuk. Kata tusuk dipilih karena proses pemotongan dagingnya berbeda dengan pemotongan biasa. Untuk sashimi digunakan pisau khas yang disebut houchou (包丁).
Sashimi kadang juga disebut otsukuri (お造り). Konon ini istilah yang lebih disukai wanita. Tsukuri artinya membuat (masakan). Kata ini terdengar lebih sopan dan nyaman dibandingkan dengan sashi. Karena itu wanita lebih cenderung menyebutnya otsukuri ketimbang sashimi.
Makan daging mentah, bagi beberapa orang di negara tertentu adalah sesuatu yang sulit dibayangkan. Tapi di situlah keistimewaan sashimi. Makanan ini adalah ekspresi si tukang masak bahwa ia dapat menyediakan bahan masakan yang benar-benar segar. Sashimi menjanjikan cita rasa asli bahan makanan. Penyantapnya benar-benar menikmati rasa bahan makanan itu, bukan rasa bumbu penyedap.
Proses penyiapan sashimi dimulai dengan pembelahan ikan yang disebut oroshi. Ikan dibelah memanjang, dikuliti, lalu dibelah lagi memanjang sampai diperoleh ukuran penampang kira-kira 2×3 cm. Potongan panjang ini kemudian dipotong melintang, jadilah sashimi.
Sashimi umumnya terbuat dari daging ikan, dan umumnya ikan laut.
Ikan laut yang biasanya dibuat sashimi adalah tuna (maguro), salmon (shake), kakap (tai), kembung (aji).
Bahan utama lainnya bisa juga dari udang (ebi), cumi (ika), dan gurita (tako) untuk pembuatan sashimi. Sashimi dapat dihidangkan sendiri-sendiri, dan dapat pula dihidangkan dalam bentuk campuran beberapa jenis daging, yang disebut moriawase.
Maguro Sashimi

Salmon Sashimi

Basashi, raw horse meat

Beef liver sashimi
Salmon sashimi served with calamansi
A sashimi dinner set

Wasabi on metal oroshigane

Namun sesuai dengan namanya, yaitu daging potong, sashimi tidak terbatas pada daging ikan saja. Daging sapi (gyuniku) dan daging ayam juga bisa dibuat sashimi. Beberapa daerah tertentu menyajikan sashimi khas setempat, seperti sashimi (basashi) daging kuda di Kumamoto. Selain itu ada pula sashimi yang sebenarnya bukan daging, seperti sashimi rebung (takenoko), lobak (daikon) dan lain-lain.
Sashimi dimakan dengan kecap asin (shoyu) ditambah parutan wasabi. Wasabi adalah akar sejenis rumput gunung. Parutannya ditambahkan pada sashimi, selain untuk menetralisir bau khas ikan, juga untuk menetralisir racun dan bakteri. Bisa pula ditambahkan perasan air jeruk nipis atau lemon.
Some of the most popular main ingredients for sashimi are :
☻ Salmon (鮭 Sake?)
☻ Squid (いか Ika?)
☻ Shrimp (えび Ebi?)
☻ Tuna (まぐろ Maguro?)
☻ Mackerel (さば Saba?)
☻ Horse Mackerel (あじ Aji?)
☻ Octopus (たこ Tako?)
☻ Fatty Tuna (とろ Toro?)
☻ Yellowtail (はまち Hamachi?)
☻ Puffer Fish Takifugu (ふぐ Fugu?)
☻ Scallop (ほたて貝 Hotate-gai?)
☻ Sea Urchin (ウニ Uni?)
☻ Whale meat (鯨肉 Gei-niku?)
Baca juga :
1. Cara Makan Sushi yang Benar
2. Bahan Dasar Masakan Jepang

